5 Manfaat Menakjubkan dari Teh Celup Bekas untuk Wajah dan Tubuh

Teh celup bekas biasanya berakhir di tempat sampah. Namun, tahukah Anda bahwa teh celup bekas bisa memberikan manfaat yang menakjubkan untuk wajah dan tubuh? Jadi, jangan keburu meletakkan kantong teh celup yang sudah diseduh ini ke dalam tempat sampah, ya! Cermati beberapa manfaat ini, siapa tahu Anda memang membutuhkannya.

1. Meredakan Luka Bakar Ringan

Luka bakar bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kontak antara api dengan kulit, sampai dengan paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama. Tak hanya menyebabkan kulit jadi kemerahan, luka bakar juga membuat kulit terasa perih.
Teh celup bekas bisa menjadi pertolongan pertama untuk meredakan luka bakar ringan. Caranya mudah, cukup ambil kantung teh celup hitam, keluarkan ampas tehnya, dan aplikasikan di bagian kulit yang terkena luka bakar. Asam tanat yang terdapat di dalam teh hitam akan membekukan sel-sel kulit yang terluka serta melindungi permukaan kulit yang mengalami proses regenerasi.

2. Mengurangi Pembengkakan pada Mata

Mata bengkak bisa disebabkan oleh kurang tidur atau efek menangis untuk waktu yang lama. Tentu saja pembengkakan pada mata ini bisa membuat penampilan jadi kurang prima. Solusi untuk mengurangi pembengkakan di area mata adalah dengan teh celup bekas. Cukup kompres mata dengan teh celup bekas yang sudah didinginkan di dalam lemari es sebelumnya.
Flavonoid di dalam teh merupakan antioksidan yang bekerja meredakan pembengkakan di area mata. Tak hanya itu, flavonoid turut berkontribusi dalam membuat kulit di area mata jadi lebih kencang. Selain itu, teh hitam mengandung kafein yang bekerja mengecilkan pembuluh darah sehingga pembengkakan jadi berkurang.

3. Melembapkan Kulit

Punya masalah dengan kulit kering? Yuk, atasi dengan teh celup bekas. Teh celup menawarkan manfaat yang baik untuk kulit yang kering. Bukan hanya mampu menghidrasi tubuh dari dalam, teh hitam juga efektif untuk menghidrasi kulit dari luar, terutama untuk kulit kering yang kehilangan kelembapannya.
Cara penggunaan teh celup bekas untuk melembapkan kulit kering adalah dengan mengompres kulit menggunakan teh celup tersebut. Tak perlu mengeluarkan ampas tehnya, cukup kompres kulit yang kering dengan kantung teh celup selama 30 menit. Lakukan treatment ini setiap hari sampai kelembapan kulit kembali seperti semula.

4. Meredakan Gejala Herpes

Herpes adalah penyakit yang membuat penderitanya merasakan gejala seperti gatal dan nyeri di bagian kulit yang terluka. Gejala ini pasti menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya. Namun, Anda bisa mengatasi gejala ini dengan teh celup bekas.
Untuk memanfaatkan teh celup guna meringankan gejala herpes, ambil teh celup yang sudah diseduh dan letakkan teh ke bagian kulit yang terasa gatal atau terluka. Kandungan asam tannic yang terdapat dalam teh bisa mengurangi rasa gatal atau penyakit secara bertahap.

5. Sebagai Lulur Mandi untuk Mengangkat Sel Kulit Mati

Proses eksfoliasi tidak hanya berlaku untuk wajah, tetapi juga untuk kulit tubuh. Sebagaimana yang kita ketahui, sel kulit mati juga menumpuk pada permukaan kulit tubuh. Anda membutuhkan produk yang tepat untuk mengangkat sel kulit mati tersebut.
Selain dengan menggunakan produk skin care yang bisa mengangkat sel kulit mati, Anda pun dapat mengandalkan ampas teh celup. Ampas teh celup dengan tekstur yang kasar bisa dijadikan lulur untuk mengangkat sel kulit mati dari kulit tubuh. Setelah memakai lulur teh ini, mandilah dengan sabun sampai kulit menjadi bersih.
Berbagai manfaat teh celup ini benar-benar menakjubkan. Apalagi, teh celup yang dipakai untuk memperoleh sejumlah manfaat ini adalah teh celup bekas. Yuk, manfaatkan SariWangi Teh Asli yang sudah diseduh untuk mendapatkan beragam manfaat di atas.

Sumber:
lifestyle.kompas.com/read/2018/04/17/171700820/7-manfaat-kantong-teh-celup-bekas-untuk-mata?page=all
bacaterus.com/manfaat-ampas-teh-celup/
hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-kantong-teh-celup-bekas/
suara.com/health/2018/12/12/175212/jangan-langsung-dibuang-ini-manfaat-kantong-teh-celup-bekas

Diakses pada:
4 November 2019